Cegah Stunting Di TTS | Pengabdian Tanpa Batas dr. Ria Tahun

 Cegah Stunting | Pengabdian Tanpa Batas dr. Ria Tahun

dr. Ria Tahun dalam salah satu upaya pencegahan stunting di Kabupaten TTS


KESEHATAN | TTS, humrischannelNusa Tenggara Timur (NTT) adalah salah satu provinsi dengan jumlah stunting tertinggi di Indonesia. Faktor-faktor penyebab stunting di NTT seperti keamanan pangan, kurangnya keragaman nutrisi, penyakit yang berulang-ulang dan diperparah hadirnya pandemi Covid-19, dan Timur Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu kabupaten di NTT dengan penderita stunting yang cukup tinggi.


Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) 469.588 jiwa dipimpin oleh Bupati Eugesem Piether Tahun menjadi salah satu Kabupaten dengan angka stunting tertinggi di NTT dan mengalami penurunan pada tahun 2020 lalu. Per Desember 2020 ini, penderita stunting di Kabupaten TTS terdata 13.657 anak.


Menurunya angka penderita stunting di TTS karena tim dari Dinas Kesehatan terus melakukan monitoring dan pendataan sehingga mempermudah penanganannya. Tim terpadu ini adalah dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Posyandu terus memantau dan mendata anak-anak di Kelurahan, Desa. Jika ditemukan ada penderita langsung ditangani.


dr. R.A.Karolina Tahun atau dikenal dengan dr. Ria Tahun mengawali tugasnya sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Timor Tengah Selatan melakukan pendataan ulang keluarga miskin dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat TTS seperti Pelayanan Vasektomi dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia, Hari Vasektomi Sedunia, TNI Manunggal KB-Kes (TMKK) dan Kesatuan Gerak PKK Tahun 2021.


Semangat pengabdian tanpa batas, menembus desa demi desa, menerjang bukit dan lembah seantero Kabupaten TTS demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat disana, mencegah stunting yang menjadi momok yang menempatkan Povinsi NTT sebagai daerah dengan angka penderita stunting tertinggi di tanah air. Untuk mencegah stunting menurut dr. Ria yang harus dilakukan adalah penyuluhan persiapan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), terdiri dari 270 hari emas dalam kandungan dan 730 hari emas di luar kandungan, dan Penyuluhan Catin (Calon Pengantin).


Menurut dokter Ria Intervensi makanan bergizi, vitamin dan mineral serta pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) 0-6 bulan, juga pemberian makanan tambahan usia diatas 6 bulan merupakan bagian dari upaya masif mencegah stunting di TTS.


Upaya masif dan tak kenal lelah seorang dokter Ria bersama Pokja Stunting Timor Tengah Selatan, PKB (Petugas Keluarga Berencana) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kabupaten Timor Tengah Selatan menjawab harapan Presiden Joko Widodo agar semua fokus menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh pada anak di 10 provinsi dan sorotan presiden soal pelayanan terhadap ibu hamil di masa pandemi Covid-19.


Di Indonesia prevalensi angka kekurangan gizi pada balita (stunting) saat ini masih mencapai angka 27,6%, meskipun sudah menunjukan penurunan sejak 2013 namun angka tersebut dianggap masih belum cukup.



[ TH25 - humrischannel ]


Comments