HUKUM BEKERJA DENGAN CARA MENYOGOK


ISALAM | HUKUM BEKERJA DENGAN CARA MENYOGOK
humrischannel

Bagaimanakah hukumnya dalam Islam jika seseorang bekerja dengan cara menyogok.
Proses mendapatkan kerja dengan cara menyogok adalah cara yang zalim, berikut video penjelasan dari Ustad Abdul Shomad LC.MA

Penjelasan MUI
Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Endang Mintarja, menjelaskan pada prinsipnya menyogok atau risywah adalah haram. Bahkan dilaknat Allah SWT dan Rasul-Nya sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
 
 ١- [عن عبدالله بن عمرو:] لعنَ رسولُ اللَّهِ ﷺ الرّاشيَ والمُرتشيَ قالَ يزيدُ: لعنةُ اللَّهِ على الرّاشي والمُرتشي
أحمد شاكر (ت ١٣٧٧)، مسند أحمد ١١‏/٤٧ • إسناده صحيح • شرح رواية أخرى

Kiai endang menambahkan, Perilaku menyogok atau suap di antara akhlak yang buruk dan dapat merusak jiwa bagi orang yang terlibat di dalamnya. Bahkan dampak buruknya dapat berkaitan dengan hak orang lain (hak adamy). “Yakni bisa saja orang yang menyogok merebut hak orang lain yang kehilangan haknya akibat sogokannya itu,” ujar kiai Endang.

Selain itu, kata kiai Endang, orang yang melakukan  suap atau risywah, akan mendapatkan laknat dari Allah dan Rasul-Nya. “Sehingga pelakunya tidak berhak atas Rahmat Allah dan syafaatnya Rasulullah SAW,” jelasnya.

Lantas bagaimana dengan gaji yang didapat dari pekerjaan hasil menyogok?

Kiai Endang menjelaskan, segala sesuatu yang didapatkan dengan cara yang haram maka hukumnya haram. Dia menegaskan, pemakan harta yang  haram akan masuk neraka.
 
 ١- [عن جابر بن عبدالله:] لا يدخلُ الجنَّةَ لحمٌ نبتَ من سحتٍ وكلُّ لحمٍ نبتَ من السُّحتِ كانتِ النّارُ أولى بِهِ
ابن حجر العسقلاني (ت ٨٥٢)، تخريج مشكاة المصابيح ٣‏/١٣٤  •  [حسن كما قال في المقدمة]

[ TH25 | HUMRISChannel ]

Comments