Kepada sebahagaian kaum muslimin yang Mengharamkan Demokrasi dan Pemilu, Anti Politik, Anti Partai mohon merenung sejenak dan ambil Pelajaran dari Negara Turki.
Belajar dari Turki
****************
SEPENGGAL SEJARAH TURKI
Sejak dibubarkannya sistem Khilafah oleh Kemal Atatturk, Maret 1924, Turki menganut paham sekuler. Para penguasa dan pengendali Negara Turki memaklumatkan, bahwa Islam adalah biang kerok penyebab kemunduran Turki.
Karena itu, Islam sebagai dasar negara dan konstitusi dihapus. Pasca itu, sekularisasi mewarnai seluruh kehidupan rakyat Turki.
Yang pro maupun kontra terhadap kebijakan penguasa yang sekuler, tetap harus patuh menjalankannya.
Mulai dasar konstitusi, undang-undang pendidikan, sistem politik, sistem bisnis dan perbankan, sistem sosial, dlsb, seluruhnya sekuler. Islam dan seluruh simbolnya betul-betul dienyahkan dari kehidupan rakyat Turki. Hijab sangat terlarang.
Apakah dengan sistem sekuler, lantas Turki menjadi maju? Tidak sama sekali...!
Bahkan semakin hancur2an. Korupsi dan dekadensi moral merajalela. Ekonomi hancur.
Layanan pendidikan dan kesehatan amat tidak manusiawi. Transportasi publik mengenaskan. Lira (mata uang Turki) menjadi mata uang yg nilai kursnya terendah di dunia.
Sampai-sampai Turki sekuler mendapat julukan "the sick man from Europe".
Selama hampir 100 tahun rakyat Turki harus menanggung kemiskinan yang luar biasa.
Apakah kalangan yang anti sekuler tidak kena getah kesengsaraan Turki? Tentu saja tidak. Mereka ikut menanggung beban penderitaan itu.
Beberapa aktivis Islam yg istiqamah berupaya ingin mengubah situasi itu. Muncullah nama antara lain;
Necmetin Arbakan dan muridnya Racep Tayyep Erdogan. Tapi mereka tetap ikut alur permainan demokrasi sekuler negara itu.
Mereka mendirikan Partai Refah, tapi dijegal penguasa. Keduanya bahkan pernah dijebloskan ke dalam penjara.
Erdogan mundur dari partai Refah, bersama Abdullah Gul mendirikan AKP. Partai ini ikut pemilu akhir 2000-an, dan menang. Pada pemilu berikutnya 2005, AKP menang telak (61%).
Berdasarkan konstitusi Turki, single mayority, bisa melakukan amandemen undang2.
Celah inilah yang digunakan Erdogan melakukan Islamisasi Turki.
Erdogan menginstruksikan rakyatnya kembali pada Allah.
Larangan jilbab di tempat umum dicabut. Bahasa Arab diajarkan kembali di sekolah2 negeri.
Al Qur'an dan Hadits menjadi mata pelajaran/kuliah wajib. Shalat subuh berjama'ah, menjadi maklumat resmi negara untuk warga negara yang Muslim.
Bahkan Erdogan menginstruksikan wajib shalat berjama'ah di kalangan militer.
Erdogan pernah melepas pawai 10 ribu anak-anak usia 7 tahun yang mencanangkan wajib shalat untuk anak-anak seusia mereka.
Kini pelajar dan para mahasiswa berjilbab akan banyak Anda temui di seluruh wilayah Turki.
Apakah ada penentangan terhadap kebijakan Islamisasi Erdogan?
Ada, tapi jumlahnya amat-amat minor.
Suara minor mrk tertimbun oleh puluhan juta suara-suara yang pro Erdogan.
Bagaimana tidak?
Erdogan betul-betul memanjakan rakyat Turki dengan layanan modern cepat dan murah di seluruh bidang layanan negara.
Kesehatan, pendidikan, birokrasi perizinan, transportasi publik, taman-taman hijau kota yang asri, destinasi wisata internasional, dlsb, semua dapat dinikmati dengan nyaman oleh siapa pun yang pernah ke Turki saat ini.
Turki masuk peringkat 16 negara termakmur di dunia dua tahun tahun 2016. Utang negara NOL. Industri elektronik, otomotif, bahkan alutsista telah sangat maju. Jika ada 3 jenis alat elektronik terunggul di Eropa, salah satu pasti made in Turki.
Turki telah menaikkan gaji guru setara dengan gaji dokter. Pendidikan dan riset terus dibiayai negara.
300 ribu ilmuwan telah disiapkan Turki untuk menyongsong 2024. Waktu ini, adalah tepat 100 tahun kekhalifahan Turki jatuh.
Kendaraan lapis baja buatan Nurol Makina, Turki dipamerkan dalam International Defence Industry Fair (IDEF) 2021 di Ankara, pada 10 Agustus 2021. ( Metin Aktaş -Anadolu Agency )
Tahukah Anda? Tahun 2024 adalah tahun pencanangan Erdogan, bahwa Turki harus bangkit kembali, menjadi negara yang memimpin dunia...!!!
****************
TURKEY NEWS...
Berikut ini adalah catatan perjalanan Ketua Umum BAZNAS Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc saat mengunjungi Turki...
Cerita yang mengagumkan bukan tentang gemerlap kota Istambul yang mencolok terlihat dari pesawat apabila melintasi Eropa atau para wanitanya yang berwajah elok, tapi tentang kehidupan religius yang semakin pesat luar biasa.
Turki benar-benar berubah 180 derajat sejak dipimpin Presiden Erdogan...
Hal yang sangat menakjubkan adalah suasana keagamaan rakyat Turki yang begitu antusias.
Sekarang, masjid-masjid sangat ramai dengan pemuda yang beribadah dan juga kegiatan keislaman...
TERUTAMA yang paling mengagumkan adalah ketika waktu SHOLAT SUBUH datang, masjid di Turki sangat penuh sesak dengan jamaah yang didominasi KAUM MUDA, suasana yang mirip dengan di Indonesia, pada shalat Jum'at...
Dr. Didin mengingat kembali ketika dirinya berkunjung ke Turki sekitar tahun 1990-an, saat itu Turki masih sangat sekuler.
Jangankan waktu shalat subuh, di kala adzan maghrib pun tidak ada yang pergi shalat berjamaah...
"Saat itu saya shalat hanya dengan istri dan anak, sebab tiada jama'ah setempat yang datang." jelas Dr. Didin...
Luar biasa dan yang lebih mencengangkan kini, para remaja Turki ke masjid dengan mobil-mobil mewah di parkir di halaman masjid” ungkapnya...
Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki saat ini juga sangat berkembang pesat...
Tanpa bantuan pinjaman luar negeri pemerintah Turki sanggup membangun, membuat perubahan signifikan dan mampu bersaing dengan negara maju dunia...
Peringkat ekonomi Turki melompat tinggi sekali dari 111 menjadi peringkat 16 dunia, sehingga saat ini Turki masuk daftar 20 negara kuat (G20)...
Pendapatan perkapita penduduk pun naik dari $3.500 USD (2003) menjadi $11.000 USD (2013) dan terus menanjak...
Pemerintah Turki sebelumnya serius mencanangkan 3 Program Nasional yaitu :
1⃣ Gerakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid...
2⃣ Gerakan Infaq Shadaqah...
3⃣ Gerakan Ekonomi Umat...
Program terobosan GERAKAN shalat SUBUH berjama'ah di MASJID memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat, dengan hasil mencengangkan...
Shalat subuh menjadi sangat ramai seperti shalat jumat di Indonesia.
Tentu saja keberkahan shalat subuh berjamaah mendapatkan hasil di luar nalar, dibuktikan dengan teratasinya berbagai kesulitan nasional Turki yang sebenarnya tidak mudah, apalagi Eropa beberapa tahun lalu menderita krisis ekonomi...
Apa kabar dengan Indonesia kita?
Kapan negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini menjadi negeri yang bereligius tinggi...?!
Semoga tak lama lagi...
Tolong bantu bagikan agar banyak muslimin mengambil manfaat, ibrah/pelajaran serta hikmah dari fenomena menarik ini...
Jangan lupa bagikan info ini...
agar semua MUSLIM INDONESIA TERGERAK hatinya untuk melaksanakan SUBUH berjamaah di MASJID, karena Allah sendiri yang menjamin kehidupan orang-orang yang mau bergegas shalat berjama'ah di Masjid...
Dan shalat yang PALING BERAT adalah shalat SUBUH berjama'ah di MASJID.
Kiriman dari WAG "Instruktur PKG Matematika Indonesia".
repost dan diedit oleh : HUMRISChannel
Comments
Post a Comment